Hobi Ngetem di Reksadana

Sebelum mengenal saham, instrumen keuangan yang lebih dahulu menarik minat saya adalah reksadana. Saat itu saya sudah mengenal beberapa macam reksadana, seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana saham. Sorry ngga sedia blurb yesss… since there are so many articles about it already. Meskipun sudah mengetahui reksadana saham saya tidak serta-merta memahami bagaimana dana saya dikelola sehingga saya tidak berpikir untuk membelinya. Terlebih imbal hasil dari ketiga macam reksadana di atas hanya reksadana pasar uang yang tidak memiliki resiko imbal hasil negatif. Namun setelah terjun di pasar modal, saya mendapat gambaran lebih baik mengenai reksadana saham yang notabene merupakan produk yang dikelola manager investasi di mana dana dari nasabah akan diputar di pasar modal. Ya, berarti when I do my own research in stock market serasa jadi manager-manager itu dong yaaa.

Well, this kind of ngalur-ngidul of reksadana sebenarnya tidak lain hanya untuk menjawab pertanyaan “Gimana kalau saham incaran saya harganya tidak menyentuh target harga ‘secangkir kopi’ yang saya harapkan?” Right, saya biasa ngetem-in uang dingin saya sedikit demi sedikit di instrumen reksadana pasar uang. Selain tidak mungkin imbal hasilnya negatif, juga tidak ada biaya admin bulanan, dan bisa diambil kapan saja bahkan bisa tanpa biaya. Lalu suatu ketika…. Voila!!! Borong doi yang dikasih om bandar diskon… *Pasang muka seneng emak-emak ketemu diskonan*

Bagi yang butuh rekomendasi reksadana, ada Indopremier yang menyediakan seabrek pilihan reksadana. I can not mention the detail, just use the screening fitur then you can easily pick whatever that is match to your risk profile. Atau paling simple bisa top up via OVO yang bekerjasama dengan Ciptadana cuman mulai 10K sudah bisa nabung. Awas kepencet deals ya ladies. 😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *